Mengapa bunda memberi ASI??

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin menyusui secara sempurna …” (Q.S Al Baqarah ayat 233)

Kutipan ayat Al Quran diatas sungguh menjadi inspirasi terbesar bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil (dalam hal ini ASI). Walaupun bunda tau sudah ga mungkin lagi shishil untuk ASI Exclusive, tapi bunda tetap mengusahakan memberi ASI untuk shishil hingga saat ini (mudah-mudahan bisa berjalan hingga 2 tahun, amin).

Hal itu juga yang membuat bunda rela untuk repot setiap hari membawa peralatan perang (perah ASI) yang terdiri dari beberapa botol ASI, cooller bag, blue ice tanpa breastpumpnya (karna bunda lebih nyaman pake tangan). Bunda juga rela diliatin plus diledekkin teman-teman sekantor, sampe dibilang tukang susu segala. Belum lagi harus menyelamatkan ASIPnya baik di angkutan maupun dirumah (karna kulkasnya masih nebeng sm mertua).

Tapi sungguh semua itu tidak menyurutkan keinginan bunda untuk tetap memberikan yang terbaik untuk shishil tercinta. Walau dulu bunda sempat ragu, apa bunda bisa menjalani ini semua, juga karna bunda yang masih belum tau cara perah ASI yang benar yang menyebabkan putingnya lecet akibat breastpump. Alhamdulillah ternyata bunda masih sanggup memberikan ASI hingga saat ini dan semoga hingga shisil berusia 2 tahun kelak, amin.

Maha Besar Allah yang menyuruh hambaNya untuk menyusui anak-anaknya selama 2 tahun. Semua karna Allah tau yang terbaik untuk hambaNya, terutama untuk bayi dan batita di usia emas perkembangan fisik dan mentalnya. Begitu sayangnya Allah kepada bayi dan batita itu hingga menitipkan makanan terbaiknya dalam tubuh sang ibu. Makanan yang bersih, steril, higienis, dalam porsi yang tepat, suhu yang ideal untuk bayi, mengandung semua gizi yang dibutuhkan bayi dalam perkembangannya.

Sangat berdosa bila bunda ga mau memberikan ASI untuk shishil, karna ASI itu hak shishil yang dititipkan Allah lewat bunda. Jadi selama ASI masih menetes dari tubuh bunda, maka itu adalah hak shishil yang harus bunda penuhi. Doakan bunda ya nak, agar mampu menyelesaikan tugas bunda mentransfer titipan Allah ini kepada shishil. Karna bunda ingin shishil tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas, baik jasmani maupun rohaninya. Karna Allah lebih menyukai hambaNya yang kuat daripada yang lemah.

“… seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya… Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya…”

Ayat diatas adalah lanjutan dari Surat Al Baqarah diatas. Itulah letak ke Maha Adil-an Allah. Jika ditengah jalan ada hal yang membuat bunda ga bisa lagi memberi ASI untuk shishil, Allah mengijinkan untuk menyapih, tentunya dengan persetujuan semua pihak (ayah, ibu, anak).

Tapi bunda tetap berharap untuk mampu memberikan ASI untuk shishil hingga selesai masa penyusuan ini (2 tahun). Bunda pun berharap botol-botol ASI itu dapat menjadi saksi di hadapan Allah kelak, bahwa bunda telah berusaha sesuai kemampuan bunda untuk mentransfer kembali cairan emas (ASI) yang telah dititipkan Allah kepada shishil.

‘Ya Robb, mampukan aku untuk mewujudkan hal itu. Agar anak-anakku dapat menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas seperti yang Kau inginkan. Dan saksikanlah perjuanganku untuk anakku ini Ya Robb.’

About Asi Perah

ASI Perah adalah solusi bagi Ibu menyusui yang bekerja agar asupan ASI pada bayi tetap tercukupi walaupun pemberiannya tidak langsung dari Ibunya akan tetapi dengan ASI yang telah diperah dan disimpan dalam freezer sehingga bisa bertahan sampai dengan tiga bulan. Lihat semua pos milik Asi Perah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: